Kerja gak harus dikantor. Dengan PC/laptop + koneksi Internet sekarang kita bisa kerja dimana saja, termasuk di kamar sendiri. Apalagi pekerjaan kita sesuai dengan hobi, jadi tambah seneng ngelakuinnya.
Seiring bertambahnya teknologi banyak anak muda sekarang yang lebih suka bekerja dikamarnya sendiri. Penghasilan mereka pun gak kalah atau ada beberapa yang melebihi orang kantoran. Nah supaya nyaman kerja dikamar sendiri, nih ada beberapa inspirasi workspace yang mungkin bisa kamu coba biar makin betah ngamar :
Nuansa serba kayu bisa mempercantik workspace kamu
Kamu bisa juga memakai konsep retro dengan ornamen ornamen yang seakan akan udah lapuk
Atau bisa juga dengan gaya elegan
Kalo kamu penggemar mainan, tata koleksi kamu sedemikian rupa
Manfaatin sudut ruangan juga
Kesan simple dan elegan akan cocok buat kamu yang orangnya gak suak ribet
Bisa juga buat rak-rak untuk naruh barang barang koleksi kamu
Favorit nih, tambahin karya karya kamu misalnya lukisan. Tambah epic kalo pas kamarnya di pinggir jalan, jadi bisa liat view yang oke banget
Bersambung.. (part 2)
Seiring bertambahnya teknologi banyak anak muda sekarang yang lebih suka bekerja dikamarnya sendiri. Penghasilan mereka pun gak kalah atau ada beberapa yang melebihi orang kantoran. Nah supaya nyaman kerja dikamar sendiri, nih ada beberapa inspirasi workspace yang mungkin bisa kamu coba biar makin betah ngamar :
Nuansa serba kayu bisa mempercantik workspace kamu
Kamu bisa juga memakai konsep retro dengan ornamen ornamen yang seakan akan udah lapuk
Atau bisa juga dengan gaya elegan
Kalo kamu penggemar mainan, tata koleksi kamu sedemikian rupa
Manfaatin sudut ruangan juga
Kesan simple dan elegan akan cocok buat kamu yang orangnya gak suak ribet
Bisa juga buat rak-rak untuk naruh barang barang koleksi kamu
Favorit nih, tambahin karya karya kamu misalnya lukisan. Tambah epic kalo pas kamarnya di pinggir jalan, jadi bisa liat view yang oke banget
Bersambung.. (part 2)
ART JOG tahun 2014 kali ini keren gilaaa. Gak kayak tahun tahun sebelumnya, kali ini ART JOG juga ditarik tiket masuk Rp 10.000 . Acara yang di selenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta a.k.a TBY ini sukses memanjakan pengunjung dengan artwork artwork super epic!
Pertama masuk ke halaman TBY udah disuguhin boneka boneka yang terbuat dari goni.
Boneka goni ini satir terhadap para wakil rakyat yang menduduki kabinet. Seolah-olah cerdas dan memililiki kemampuan intelektual tinggi tapi tanpa kepekaan sosial. Menunjukan ulah para wakil rakyat yang tidak merepresentasikan figur seorang pemimpin.
Masuk kepintu awal, ada lukisan lukisan mahakarya dari beberapa seniman
Masuk lebih dalem lagi, makin banyak karya karya super duper epic yang di pamerin. Selain itu, tata letak ruanganya juga asik. Jadi seolah olah kita berputar putar ke beberapa tempat yang gak ada ujungnya.
Di salah satu sudut ruangan, ada beberapa box yang terbuat dari kayu, terus ada lubang buat ngintip, didalem box itu ada karya karya yang merepresantasikan pemikiran pemikiran si artistnya.
Kebanyakan karya merupakan satir terhadap kondisi politik di Indonesia. Seperti karya Budi Ubrux ini :
Doi menggambarkan "Selama ini rakyat mendambakan pemimpin yang membumi. Sayangnya, para pemimpin justru seakan berada 'di awang-awang' dan jauh dari rakyatnya. Para pemimpin terlanjur nyaman dengan posisi yang dimiliki hingga melupakan amanahnya yang hakiki. Masyarakat mengharapkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi rakyatnya dan melihat konteks persoalan yang ada."
Dari banyak karya, ada satu karya yang paling menyentuh menurut gue. Yaitu karya RM. Soni Irawan yang diberi judul A Hundred Hopes (Tribute to Street Fighters).
Kata doi "Karya ini terinspirasi oleh plakat-plakat yang sering saya jumpai dijalanan yang saya lewati sehari-hari. Sebuah cerminan semangat dari orang-orang kecil yang ingin tetap bertahan hidup dengan upaya apa saja semampunya. Plakat yang menyuarakan harapan terhadap pemimpin baru yang semoga lebih memikirkan mereka, orang-orang kecil dengan semangat hideup yang sangat besar"
Nih beberapa karya karya lainnya di Art Joga 2014 :
Selain banyaknya karya yang ditampilin, pengunjung yang dateng juga seger seger lho, banyak cewek-cewek cantiknya :D (Bukan cabe-cabean ya!) . Nih, serunya pengunjung Art Jog 2014
Pokoknya ART JOG 2014 bebas cabe-cabean deh.
Setelah puas liat liat karya, bisa juga belanja merch di stand yang udah disediain. Ada banyak barang keren, mulai dari kaos, papan skateboard, sampai pernak-pernik seputar seni.
Malemnya ditutup dengan diskusi bareng beberapa seniman dan pelaku seni.
Salut deh buat ART JOG 2014, semoga tahun depan acaranya lebih epic lagi!
By the way, selamat menunaikan ibadah puasa, gaes! semoga puasanya barokah :D
Pertama masuk ke halaman TBY udah disuguhin boneka boneka yang terbuat dari goni.
Boneka goni ini satir terhadap para wakil rakyat yang menduduki kabinet. Seolah-olah cerdas dan memililiki kemampuan intelektual tinggi tapi tanpa kepekaan sosial. Menunjukan ulah para wakil rakyat yang tidak merepresentasikan figur seorang pemimpin.
![]() |
| Bonekanya kalo diliat dari deket |
Masuk kepintu awal, ada lukisan lukisan mahakarya dari beberapa seniman
![]() |
| Ini lukisan lho, coba cari bedanya dimana |
![]() |
| Eksis dulu huehehehe |
Di salah satu sudut ruangan, ada beberapa box yang terbuat dari kayu, terus ada lubang buat ngintip, didalem box itu ada karya karya yang merepresantasikan pemikiran pemikiran si artistnya.
![]() |
| Ini boxnya |
![]() |
| Ini isi boxnya, jadi ngeliatnya diintip gitu |
Kebanyakan karya merupakan satir terhadap kondisi politik di Indonesia. Seperti karya Budi Ubrux ini :
Doi menggambarkan "Selama ini rakyat mendambakan pemimpin yang membumi. Sayangnya, para pemimpin justru seakan berada 'di awang-awang' dan jauh dari rakyatnya. Para pemimpin terlanjur nyaman dengan posisi yang dimiliki hingga melupakan amanahnya yang hakiki. Masyarakat mengharapkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi rakyatnya dan melihat konteks persoalan yang ada."
Dari banyak karya, ada satu karya yang paling menyentuh menurut gue. Yaitu karya RM. Soni Irawan yang diberi judul A Hundred Hopes (Tribute to Street Fighters).
Kata doi "Karya ini terinspirasi oleh plakat-plakat yang sering saya jumpai dijalanan yang saya lewati sehari-hari. Sebuah cerminan semangat dari orang-orang kecil yang ingin tetap bertahan hidup dengan upaya apa saja semampunya. Plakat yang menyuarakan harapan terhadap pemimpin baru yang semoga lebih memikirkan mereka, orang-orang kecil dengan semangat hideup yang sangat besar"
Nih beberapa karya karya lainnya di Art Joga 2014 :
![]() |
| Gak usah di Zoom In :D |
Selain banyaknya karya yang ditampilin, pengunjung yang dateng juga seger seger lho, banyak cewek-cewek cantiknya :D (Bukan cabe-cabean ya!) . Nih, serunya pengunjung Art Jog 2014
Pokoknya ART JOG 2014 bebas cabe-cabean deh.
Setelah puas liat liat karya, bisa juga belanja merch di stand yang udah disediain. Ada banyak barang keren, mulai dari kaos, papan skateboard, sampai pernak-pernik seputar seni.
Malemnya ditutup dengan diskusi bareng beberapa seniman dan pelaku seni.
Salut deh buat ART JOG 2014, semoga tahun depan acaranya lebih epic lagi!
By the way, selamat menunaikan ibadah puasa, gaes! semoga puasanya barokah :D
Punya usaha baru di bidang sablon membuat kesibukan gue semakin bertambah. Yang tadinya bangun tidur jam 8 pagi, sekarang harus bangun jam 7.55 pagi. Hehehee
Yang jelas kesibukan gue sekarang bertambah. Usaha ini gue kasih nama Bomb Sablon dengan tagline Vendor Clothing Indonesia. Tagline itu sekaligus visi Bomb Sablon sendir, menjadi Vendor Clothing Nomer 1 se-Indonesia. Aminnn..
Nah, karna usaha baru ini juga akhirnya gue terlibat di pusaran sabloner (sebutan pengusaha sablon) se Indonesia. Masuk forum sana-sini, tanya sana sini, sampai akhirnya minggu kemaren gue ikutan kopi darat alisa kumpul-kumpul sama sabloner se Jogja.
Acaranya di Jakal, ditempat produksi salah satu pesertanya. Bagi gue yang newbie, tentunya sangat bermanfaat banget. Ilmu-ilmu baru gue dapetin secara gratis. Hehehee
Malem sebelum acara kopdar, temen gue sms ngajakin ikut kopdar. Karna kebetulan gak ada acara akhirnya gue iyain. Paginya gue berangkat dari kos sama si Heri. Janjian jam 10 pagi, tapi kita udah sampe ditempat jam 9.30 pagi *anak rajin*.
Karna belum banyak yang dateng, dengan napsu birahi yang tinggi, gue tanyain semua muanya sama aa Agus (doi asli bandung) empunya yang punya tempat. Banyak ilmu baru yang gue dapet. Gue bersyukur ketemua sama aa Agus, selain dia ganteng *hoek* dia juga baik hati.
Beberapa jam kemudian udah banyak yang dateng. waktu itu sekitar 15an orang kalo gak salah. Diskusi akhirnya dimulai. Gue nyimak dengan baik-baik, kalo ada ilmu yang bagus gue catet, kalo ada ilmu yang bagus banget, malah lupa nyatet. Sial
Pokok bahasan kita seputar sablon kaos (yaiyalah, masa bahas yokobomb.com. Ngoahahaa). Sampe di pertengahan hari jam 12an siang, aa Agus dengan baik hatinya ngasih kita makan. Setelah makan lanjut lagi diskusi.
Hari itu gue ngeliat sendiri bagaimana keajaiban memberi, bro. Sesaat setelah makan, aa Agus dapet murid kursus sablon baru. Behhh.. FYI aja nih, ditempat dia kursus sablon seminggu 2 juta. Dia nraktir makan 15orang paling gak ada 200rb. Allah emang kalo membalas kebaikan berlipat-lipat ganda.
Kopdar selesai sampe jam 6 malem dengan hasil banyaak banget. Dan disepakatin minggu besok (hari ini) diadakan lagi. Kali ini tempatnya dideket stadion maguwo. Jadi deket ama kos'an.
Dan seperti minggu sebelumnya, hari ini gua juga dapet ilmu banyaaak. Thanks sabloners jogja, semoga sukses semua!
Gak tau dari mana, tiba-tiba pas ngecek email, ada email broadcast dari nomor1.com. Pas di baca-baca ternyata seru juga. Ceritanya ada seorang anak yang bercita-cita jadi pegawai negeri, tapi ayahnya pengen sang anak jadi pengusaha, terus ayahnya bercerita, kalo jadi PNS, akan menambah beban masyarakat Indonesia yg kebanyakan masih miskin. Terus sang anak akhirnya sadar. Biar seru baca langsung deh ceritanya. Nih, baca sampai kelar ya :
Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?
Ceritanya Seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan.
Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.
"Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.", demikian suara keras sang Ayah.
"Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri...Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras rakyat yang sah dimata hukum. Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain...". Bentak bapak.
Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.
Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.
Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya.
Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.
“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”
“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja...Hidup lebih enak demikian”
“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”
“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”
Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.
Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya.
Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.
“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”
“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja...Hidup lebih enak demikian”
“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”
“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”
Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.
“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”
Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.
Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.
Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.
Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “
“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”
Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.
Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.
Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.
Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “
Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.
“Bapak...bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”
Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”
Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka...”, sambil meneteskan airmata.
“Bapak...bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”
Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”
Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka...”, sambil meneteskan airmata.
Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak... “Anakku..Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak.... Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini"....
Sang anak tertegun dan mengangguk.
Yang ngerasa kesentuh hatinya berarti punya mental pengusaha. Jangan pernah takut berusaha. Kalo kata Walt Disney "If you can dream it, you can do it". Gak usah takut punya mimpi besar, gak usah takut diketawain orang lain. Justru selama kita masih punya impian, disitulah kita hidup, hidup yang gak asal hidup.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)








.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)






.jpg)
.jpg)









